admin • Feb 17 2026 • 55 Dilihat

Jembrana – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jembrana menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di MAN 1 Jembrana. Kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi ulama dan tokoh Muslim dalam memperkuat peran MUI sebagai pemersatu umat serta mitra strategis pemerintah daerah.
Musda IX MUI Kabupaten Jembrana secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Jembrana dan para pemangku kepentingan lintas instansi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jembrana, Kadek Citra Dewi Suparwati, perwakilan Pengadilan Agama Jembrana, Pengadilan Negeri Jembrana, Kejaksaan Negeri Jembrana (Kajari), Danramil, BPJS Kesehatan, Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jembrana, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, unsur perguruan tinggi STIT Jembrana, serta undangan dari berbagai unsur lainnya.
Dari unsur legislatif daerah, turut hadir perwakilan DPRD Kabupaten Jembrana, yakni Muhammad Yunus, Sajidin, dan Adrimin.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam Musda IX ini, di antaranya PD Muhammadiyah Jembrana, PC NU Jembrana, PC Ansor Jembrana, PD Pemuda Muhammadiyah, PC Muslimat NU Jembrana, PD Aisyiyah Jembrana, PD Hidayatullah Jembrana, ICMI Orda Jembrana, Alisa Khadijah Jembrana, Al Hidayah Jembrana, serta berbagai ormas dan lembaga Islam lainnya.
Ketua MUI Kabupaten Jembrana, KH. Tafsil, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan sosial serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa MUI hadir sebagai wadah pemersatu umat Islam dan bukan milik golongan atau organisasi tertentu.
“MUI bukan milik NU atau Muhammadiyah semata, tetapi milik seluruh umat Islam. Bahkan lebih luas lagi, MUI hadir untuk kemaslahatan masyarakat Jembrana secara umum. Karena itu, kami berkomitmen menjadi perekat persatuan umat Islam sekaligus menjalin hubungan harmonis dengan umat beragama lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda IX MUI Kabupaten Jembrana, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa Musda IX menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan MUI di tingkat daerah. Melalui forum musyawarah ini diharapkan lahir kepengurusan baru yang solid, adaptif terhadap tantangan zaman, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Ketua Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana atas dukungan yang diberikan. Selain itu, ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala MAN 1 Jembrana, Saras Mawantyo, beserta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi tempat dan sarana sehingga seluruh rangkaian Musda IX dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat.
Sambutan Ketua MUI Wilayah Bali
Sambutan Ketua MUI Wilayah Bali yang diwakili oleh Dr. Drs. H. Arjiman, M.Pd.I menegaskan bahwa Musda merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MUI.
Ia menyampaikan bahwa Musda lima tahunan menjadi sarana evaluasi perjalanan organisasi sekaligus penguatan peran MUI di tengah umat. Menurutnya, keberadaan MUI sangat dibutuhkan dalam membimbing dan melayani umat Islam, khususnya dalam berbagai persoalan keumatan dan sosial keagamaan.
“Melalui Musda ini, mari kita mantapkan kerukunan umat beragama yang kondusif, rukun, aman, dan damai. MUI juga harus terus memperkuat perannya sebagai mitra kerja pemerintah daerah, sebagaimana hubungan baik yang selama ini telah terjalin,” ungkapnya.
Kegiatan Musda IX ini diikuti oleh total 94 peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Rinciannya, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sebanyak 6 peserta, unsur cendekiawan Muslim 3 peserta, Dewan Pengurus MUI Kabupaten Jembrana sebanyak 15 peserta (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara), serta 50 peserta utusan MUI se-kecamatan di Kabupaten Jembrana.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, Musda IX MUI Kabupaten Jembrana juga menjadi forum perumusan program kerja lima tahun ke depan serta pemilihan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.
Panitia berharap, hasil Musda IX ini dapat memperkuat peran MUI Kabupaten Jembrana sebagai perekat umat, mitra strategis pemerintah daerah, serta penggerak harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bumi Makepung.
MUI dan ICMI Jembrana Gelar Dialog Perspektif Islam terhadap Pluralisme Agama Jembrana, Senin (22/12...
Jembrana – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jembrana resmi memulai langkah besar dalam pemb...

No comments yet.